ASYIKNYA JADI GHOST WRITER

Sumber foto: www.pixabay.com

Belum lama saya meeting di Kompas, Palmerah. Bahas nasib buku Yang Muda, Yang Kaya bersama editor, tim penulis, dan bagian marketing Elex Media Computindo. Rapat ini digelar karena sangat urgent. Mengingat bahwa buku Yang Muda, Yang Kaya laku keras di pasaran. Padahal, you know buku itu baru seminggu mejeng di toko buku, tapi stok semakin tipis di Gramedia. Jadi, terpaksalah dan mau tidak mau harus cetak ulang.

Kehadiran saya di sana merupakan tanggung jawab sebagai co-writer. Sebenarnya tak masalah kalo tidak datang. Tapi, ini bicara tentang support kepada klien sekaligus memberikan selamat.

Ada kepuasan batin setiap kali bisa membantu mereka yang mau menulis buku tapi terkendala waktu dan ilmu. Apalagi kalo sampai bukunya cetak ulang. Artinya, buku itu sudah layak disebut sebagai buku BEST SELLER.

Buku Yang Muda, Yang Kaya merupakan klien pertama yang saya bantu sebagai co-writer. Lebih dominan sebagai ghost writer.

Mungkin di antara teman-teman di sini, ada yang tertarik untuk menjadi ghost writer atau co-writer. Profesi yang masih belum banyak pemainnya. Pekerjaan yang belum tentu semua penulis bisa lakukan.

Nah, sebagai pemain pemula, saya mau cerita saja betapa asyiknya jadi penulis siluman, penulis bayangan, atau penulis pendamping.

Pertama, Belajar dari Expert

Kebanyakan orang yang butuh jasa co-writing atau ghost writing itu adalah mereka yang tidak masalah dengan uang. Mereka bermasalah dengan waktu dan ilmu. Mau menulis buku tapi tak ada waktu dan tak tahu bagaimana caranya. Itulah kenapa membayar jasa seorang penulis untuk menuliskan buku yang sesuai dengan harapan.

Dalam artian lain, manusia ini bukan orang sembarangan. Apakah itu motivator, trainer, dosen, pengusaha, publik figur, pejabat, dan lain-lain.

Sepengalaman saya berinteraksi dengan manusia hebat itu, selalu ada ilmu baru yang didapat. Enaknya, kalo orang lain mau dapat ilmu mereka harus bayar lewat pelatihan, saya dapat gratis malah dibayar. Asyik, kan?

Kedua, Fasilitas Serba Gratis

Tidak menutup kemungkinan manusia-manusia hebat ini berada di luar kota. Kita belum pernah ketemu sama sekali. Kalo sudah begini, biaya tiket pesawat, tiket kereta, hotel, makan, dan lain-lainnya ditanggung klien. Tidak ada sepeser pun uang yang keluar dari kita.

Yang terbaru, saya dapat klien di Cikarang, Bekasi. Rumah saya di Jakarta Barat. Kalo mau interview untuk penulisan naskah, itu gampang. Tak harus bermalam di sana. Tapi, ini klien kelewatan baiknya masyaallah deh. Cuma wawancara di Bekasi, saya dan tim dapat fasilitas mulai dari menginap di hotel sampai makan pun ditanggung.

Ketiga, Kepuasan Batin

Mentang-mentang dapat dua keuntungan di atas, kita tidak bisa ongkang kaki begitu saja. Ada tanggung jawab yang harus dibayar. Menyelesaikan naskah klien sesuai dengan target yang sudah disepakati.

Setiap ada naskah yang selesai dan klien puas, ada kepuasan batin yang bergemuruh di dada. Kita tidak hanya berhasil menulis buku pribadi, tapi sudah menuliskan buku untuk orang lain. Secara tidak langsung, kita sudah jadi bagian kecil yang berkontribusi menyebarkan ilmu manusia-manusia hebat tersebut.

Bayangkan kalo ada orang yang terinspirasi dari buku tersebut. Biasanya orang-orang ini sudah menjamin bukunya laris di pasaran. Artinya, ada passive pahala yang sampai ke kita. Karena sudah jadi bagian yang mempoles bahan yang awut-awutan jadi naskah yang berkelas.

Terus caranya buat jadi co-writer atau ghost writer gimana?

Tidak cukup kalo saya bocorkan semua di sini. Poinnya, saya sendiri tidak pernah merencanakannya sama sekali. Tidak pernah ada niatan buat jadi seperti ini. Tahu-tahu jalan hidup sudah di sini.

Intinya ...
Kita harus menulis buku sendiri dulu agar orang percaya. Kalo buku sendiri saja belum punya, bagaimana bisa menuliskan orang lain buku, kan?

Apa harus bukunya terbit di penerbit mayor?

Tidak juga. Saya dapat projek setelah buku pribadi Mengejar-ngejar Cinta rilis. Itu bukunya cetak indie. Kebetulan saja, saya punya kawan yang kerja di sebuah agency. Tahu saya baru menulis buku, ia menawarkan projek. Alhamdulillah, tuntas dan klien puas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar