Belajar dari Telur

Sumber foto: www.pixabay.com

Pernah gue pelihara burung dara. Gak kayak anak-anak seusia gue yang beli dari hasil malak nyokap-bokapnya, gue dikasih sama Ibu angkat gue. Lengkap sepasang. Punya gue berjenis feminim dan daranya Bro Bisri Kembar maskulin.

Selama seminggu, itu dua sejoli gue taro di kandang di belakang rumah. Kata guru-guru di padepokan burung dara, itu bertujuan biar burung daranya kerasan dan tau arah pulang. Gak kayak mantan yang sehabis manis sepah dibuang.
Sebakda sepekan, seperti yang gue liat dari para maniak burung dara, gue lepas itu burung. Gilee, manjur tuh ajaran para mastah dari padepokan. Cewean dan cowoannya kompak udah tau ke mana mereka harus kembali.

Hari-hari berikutnya, gue selalu ditemani sama burung dara. Sampe gue ngeliat ada gelagat gawat. Ini ngapain burung dara bawa-bawa sampah ke kandang. Sapu lidi, daun kering, batang poon cerme di depan rumah, benang layangan, sedotan, dan seperangkat sampah-sampah lainnya.

Oh, si burung lagi bikin sarang toh. Dan tak lama kemudian, burung dara cewe bertelur. Langsung tiga sekaligus.

Gue sebagai majikan girang dong. Baru pelihara burung dara eh udah mau punya anak.
Sampai di suatu pagi, gue rencana mau kasih makan dan minum burung dara kesayangan. Gue kaget bukan kepalang. Pintu kandangnya terbuka, telurnya pecah semua, dan dara gue raib. Tinggal burung dara punya Bisri yang bertengger di atas genteng.

Dara gue hanya menyisakan warisan bulu-bulu putihnya yang berserakan. Tak tersisa sama sekali. Dugaan kuat gue, antara diburu musang, ular dari kuburan di belakang rumah, atau diembat tetangga yang cemburu gara-gara gue udah mesra sama si dara.

Tapi, gue udah ikhlas dengan kepergian si dara. Mau gue tangisin seember, dia gak bakal pulang.

Hal yang paling gue sesali, itu telur burung yang seharusnya menetas malah enggak sama sekali. Secara matematis, seharusnya gue bakal punya 5 burung dara. Dua dari Ibu angkat, tiga dari hasil kembang biak.

Gue jadi inget sama ungkapan bijak, "If egg is broken by OUTSIDE, LIFE ENDS. If egg is broken by INSIDE, LIFE BEGINS.

Ini persis kayak manusia. Selama gak ada strong why yang kuat, mimpinya bakal lenyap. Ditelanjangi oleh orang lain.

Kuy temuin inside, biar hidup lu makin hidup. *Lagi nyobain gaya bahasa di luar kebiasaan nih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar